Articles by "Galeri Akademik"

Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan AKART bersama Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat: Dr. Suriel S. Mofu, S.Pd., M.Ed., TEFL., M.Phill (Oxon)

STKIP NABIRE - Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nabire yang bernaung dibawah Yayasan Anak Karang Tumaritis (AKART) kembali membuka penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2022/2023 untuk program Sarjana Strata Satu (S1) jurusan Pendidikan Jasmani

STKIP Nabire adalah Perguruan Tinggi baru yang berlokasi di kota Nabire ibu kota Provinsi Papua Tengah yang berkomitmen membantu Pemerintah Daerah dalam mempersiapkan guru-guru olahraga yang handal melalui program studi Pendidikan Jasmani.

Demikian hal tersebut dikatakan Ketua Program Studi Penjas, Melerand Evert Latuheru, S.Pd., M.Pd., saat ditemui awak media di ruang kerjanya.

"Pendaftaran Mahasiswa Baru Angkatan kedua untuk gelombang pertama sudah kami buka sejak tanggal 28 Februari dan akan di tutup tanggal 28 April 2023," demikian ungkap Latuheru

Latuheru menambahkan bahwa pendaftaran dapat dilakukan secara langsung di Kantor Sekertariat Yayasan AKART yang terletak di Jl. Sion (Lorong Samping Gereja Sion) Nomor 03, Karang Tumaritiis Nabire, atau bisa mengghubungi kontak 081333343222

"Jadi, rencananya seleksi mahasiswa gelombang kedua ini kami laksanakan awal Mei. Seleksinya terdiri dari tes tertulis dan wawancara. Dan khusus untuk program studi Penjas ini akan ada seleksi khusus yaitu kemampuan fisik," tutur Latuheru

Melerand Evert Latuheru, S.Pd., M.Pd (Kaprodi Penjas STKIP Nabire)

Menurut Latuheru, calon mahasiswa baru untuk prodi Penjas sangat diharapkan memiliki keahlian di salah satu cabang olahraga.

Sementara untuk seleksi wawancara, Latuheru menambahkan bahwa seleksi tersebut bertujuan untuk mengetahui motivasi calon maba memilih STKIP Nabire sekaligus mengindentifikasi calon maba apakah memiliki potensi untuk menjadi seorang guru, khususnya guru olahraga. (Red)

Editor: ED













Dasar pemikiran utama mendirikan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nabire di Kabupaten Nabire Papua, adalah sebagai berikut:

PERTAMA. Dukungan masyarakat pemilik hak ulayat di wilayah kabupaten Nabire dan sekitarnya terhadap pendirian Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nabire secara moril sangat besar. Pernyataan dukungan ini diperoleh dari Para Tokoh pemilik Hak Ulayat, RT/RW, Tokoh Rohaniawan, Tokoh Perempuan, Sekolah Pendidikan Formal dari tingkat SD hingga SMA/SMK/MTs (Negeri dan Swasta), serta pemerintah Kabupaten Nabire.

KEDUA. Letak georafis Kabupaten Nabire yang strategis di wilayah pegunungan tengah Papua yang didiami 7 Suku besar dan memiliki sumber daya alam yang menjadi tumpuan harapan masyarakat. Pembangunan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nabire bertujuan memberikan kontribusi Iptek, pembangunan budaya, skill, dan ilmu pengetahuan melalui pendidikan, demi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dan bisa memanfaatkan sumber daya alam dengan baik sehingga terjadi interaksi positif dan harmonis, antara manusia dan alamnya, melalui perkembangan teknologi dan informatika yang ada.

KETIGA, Kebutuhan tenaga Guru yang masih sangat minim di Provinsi Papua terkhususnya di kabupaten Nabire dan sekitarnya, sehingga membuat dunia pendidikan belum berjalan secara optimal. Hal ini ditunjukan dengan masih banyaknya guru honor yang didatangkan dari luar Provinsi Papua.

KEEMPAT. Jurusan Pendidikan Jasmani yang akan dibuka pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nabire belum tersedia di semua Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di Kabupaten Nabire dan daerah Meepago

KELIMA. Perubahan Iptek yang berkembang begitu cepat hingga merambah dunia pendidikan. Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan upaya untuk tetap tegar berdiri menghadapi hantaman gelombang-gelombang perkembangan Iptek yang membawa arus perubahan. Salah satu upaya yang sangat urgen untuk menyikapi perubahan yang terjadi adalah mendesain pendidikan ke arah multimedia pembelajaran dengan didasarkan pada kebutuhan dan tujuan pendidikan yang berbasis Teknologi dan informatika.

KEENAM. Masih banyaknya lulusan SMA/SMK/MTs yang ditemui tidak menikmati Tinggi secara keseluruhan di Provinsi Papua, khususnya di Kabupaten Nabire dengan alasan ketidakmampuan orang tua untuk membiayai pendidikan mereka,

KETUJUH. Semakin tingginya biaya pendidikan tinggi untuk kalangan ekonomi lemah sehingga orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang Perguruan Tinggi.

KEDELAPAN. Tuntutan ekonomi keluarga sehingga anak turut membantu orang tua bertahan hidup ditengah tantangan dan persaingan yang serba materialistis serta semakin sulitnya arus globalisasi yang mengalami krisis ekonomi berkepanjangan.

KESEMBILAN, Dipilihnya Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nabire untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya Guru dan Pendidik yang menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara kreatif dan terampil, tanpa mengurangi kualitas pendidikan dan dengan harapan mempersiapkan tenaga profesional dibidangnya yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru yang lebih layak dalam rangka peningkatan taraf hidup mereka.

Sasaran dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nabire adalah sebagai berikut:

1. Siswa/i lulusan SMA/SMK/MTS di wilayah Kabupaten Nabire dan sekitarnya, yang berkeinginan memperoleh pengetahuan setingkat lebih tinggi, dan berkeinginan meningkatkan skill tertentu sebagai bekal menciptakan lapangan kerja bagi dirinya.

2. Para Guru dan Pendidik yang tersebar di kabupaten Nabire dan Provinsi Papua yang belum memiliki gelar Sarjana Pendidikan



Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nabire menggunakan Kurikulum yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Dimana terbitnya Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, mendorong semua perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan tersebut.

KKNI merupakan pernyataan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang penjenjangan kualifikasinya didasarkan pada tingkat kemampuan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran (learning outcomes). Perguruan tinggi sebagai penghasil SDM terdidik perlu mengukur lulusannya, apakah lulusan yang dihasilkan memiliki ‘kemampuan’ setara dengan ‘kemampuan’ (capaian pembelajaran) yang telah dirumuskan dalam jenjang kualifikasi KKNI.

Konsep mendirikan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nabire didasarkan pada urgensi perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan informatika yang telah membawa arus perubahan signifikan pada semua dimensi kehidupan manusia, baik dalam bidang ekonomi, sosial, kesehatan, budaya maupun pendidikan. Agar tidak membawa dampak buruk pada dunia pendidikan, sehingga naradidik tidak tertinggal perkembangan Iptek tersebut, maka perlu adanya penyesuain-penyesuaian terutama yang berkaitan dengan faktor-faktor pengajaran di sekolah. Salah satu faktornya adalah merancang pembelajaran berbasis teknologi pendidikan yang dikuasai masiswa/i secara baik, berdaya guna, dan berhasil guna.

Teknologi pendidikan dalam hal ini mengharuskan para pendidik atau guru merumuskan tujuan yang jelas dengan menggunakan metode efektif untuk mencapai tujuan. Banyak guru yang masuk kelas tanpa mengetahui dengan jelas apa yang ingin dicapainya dalam jam pelajaran. Tanpa tujuan yang jelas, guru tak akan mengetahui ke mana proses pendidikan akan diarahkan. Guru harus memperhatikan karakteristik anak yang akan menghayati pengalaman belajar sebagai satu kesatuan yang utuh. Pengemasan pembelajaran harus dirancang secara tepat karena akan berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman belajar anak. Pengalaman belajar yang menunjukan kaitan unsur-unsur konseptual baik di dalam maupun antar mata pelajaran, akan memberi peluang terjadinya pembelajaran yang efektif dan bermakna.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget